A Memory
Aku SD kala itu. Bulan Ramadhan, sehabis sahur. Berat dan kesal yg dirasa memang ketika dibangunkan. Akan tetapi, ketika sudah dinyalakan tv dan makanan dihidangkan, jadi terasa nikmat saja.
Bukan itu inti yg ingin kuceritakan.
Setelah sahur, setelah sholat shubuh.
Aku berkumpul bersama teman-teman di lingkunganku. Dipimpin oleh mereka yang lebih tua usianya, kami berkeliling. Jaraknya paling sekitar radius 2 km.
Yang kami lakukan? Iseng melempar petasan. Petakilan dan kurang ajar memang.
Sekitar pukul 7 kami kembali. Di lingkungan kami ada lapangan kecil. Sebelahnya kali. Seberangnya tanah kosong.
Apa yg kami lakukan? Perang petasan, lempar-lemparan.
Sesekali petasan roket kami lepas. Walau satu-dua petasannya berkhianat. Terbang tapi arahnya kembali.
Lainnya, kami saling lempar petasan korek. Sekali dilempar, tidak langsung menyala. Sebagian menguji nyali, memungut kemudian mengembalikan petasan ke seberang. Untung tak sampai meledak di tangan.
Bukan musuh-musuhan, bukan siapa yang menang. Hanya asik-asikan dan rame-ramean. Tetap saja tak baik, dan jangan diikuti.
Sekian
Comments
Post a Comment